Postingan

Di Penghujung 25

Sebuah Catatan di Penghujung Dua Puluh Lima Terkadang, menjelang hari lahir, aku suka menatap ke belakang, bukan untuk menyesali apapun, sekedar mengingat bagaimana aku sampai di titik ini.  Tahun-tahun berlalu dengan begitu cepat, dan tanpa sadar, dua puluh lima pun hampir usai. Di Penghujung Dua Puluh Lima Di penghujung dua puluh lima, aku berhenti sejenak. Bukan karena lelah, tapi karena ingin benar-benar merasakan seberapa jauh perjalanan ini membawaku. Kadang aku lupa, bahwa setiap langkah kecil pun layak dirayakan. Selama setahun terakhir, banyak hal berjalan tak sesuai rencana. Ada yang hilang tiba-tiba, ada yang datang tanpa terduga. Dari semua itu, aku belajar bahwa hidup ini tidak pernah benar-benar salah arah. Ia hanya menuntun dengan cara yang tak disangka, lewat kehilangan, pertemuan, atay bahkan lewat diam yang penuh makna. Tahun ini, aku banyak sekali belajar. Belajar menjadi perempuan sungguhan. Yang dewasanya bukan hanya dari usia, tapi dari cara menerima, memaha...

Eid Mubaarak

Lebaran kali ini, cukup berbeda, kurang 1 anak ummi. Karena AA dirumah mertuanya, gantian.  Dengan gamis putih hasil karya sendiri yang belum dipasang kancing dan kerudung coksu anak-anak perempuan berdandan. Jika biasanya kami terburu-buru karena harus ke beberapa tempat, kali ini berbeda, karena kumpulan kluarga abi diundur pada hari ke 2. Jadi, hari pertama kita maksimalkan dirumah keluarga besar ummi. Sebelum pergi, kami terbiasa untuk saling maaf-memaafkan, dibuka dengan sedikit tausiyah dari abi  "Pandangan abi dan ummi terbatas, maka segala sesuatu landasannya harus karena Allah. Karena Allah lah yang maha melihat disaat abi-ymmi tidak melihat."

Buka Bersama GJ

Menuju 25

 sudah bisa apa?

Pekan Kedua

Alhamdulillah pekan kedua sudah dilalui. dimulai dengan piket di hari senin, ditutup dengan rintik hujan di hari jum'at. Tiga hari pertama, setelah menulis keterangan² untuk ukuran dasar pada rok, menghitung dan membuat mini karikatur pola, kami diberikan kesempatan untuk belajar menggunakan mesin jahit. walau hanya sekedar mengikuti garis pada kertas hvs, menyenangkan dan melelahkan. Garis lurus, aman. Lengkung sedikit, mulai sulit. belok kanan kiri, waaahhhh. Setelah tugas dikumpulkan, pak Alam mengumumkan nama-nama yang tugas jahitnya kurang maksimal. "belajar lagi yaaa." Alhamdulillah namaku tidak disebut. Kekhawatiran sejak awal karena tidak pernah sekalipun menyentuh mesin jahit dan terjun di dunia jahit. Karena setelah bertanya pada sesama peserta, kebanyakan sudah pernah belajar saat mereka duduk dibangku SMK/sederajat. Takut tertinggal, tapi syukurlah pak Alam mengajarkan benar-benar dari dasarnya. sehat selalu, pak. "Pokonya kalau ada yang tidak faham, lang...

Pekan Pertama

Pembukaan

Sampai jam 9 lewat, acara masih belum pula dimulai. Padahal kemarin dan hari sebelumnya belum terdeteksi apa itu ngaret.  "Ditunggu yaa, kita masih menunggu bapaknya." Ya, Acara hari ini akan dibuka langsung oleh BBPVP Bandung langsung. *** *** *** Kami sebagai peserta terpilih beberapa kali diberikan tawaran untuk mundur jika memang tidak siap mengikuti semua rangkaian pelatihan sampai akhirnya mami harus mengisi dan menandatangani surat perjanjian. Agenda hari ini penuh dengan suntikan motivasi dan semangat dari orang-orang hebat yang terlibat. Dalam sambutan² sampai games sekalipun. "Selain memiliki potensi, kita juga harus sadar bahwa setiap dari kita memiliki kekurangan." Ucap pa Asep setelah menyuruh kami menulis menggunakan tangan yang bukan biasa kami pakai untuk menulis, tangan kiri. Beberapa games kami lalui, berhitung, perkenalan semua anggota pelatihan, tugas membuat kerajinan dari kertas dan mushafahah. "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap ka...