Pekan Kedua

Alhamdulillah pekan kedua sudah dilalui.

dimulai dengan piket di hari senin, ditutup dengan rintik hujan di hari jum'at.

Tiga hari pertama, setelah menulis keterangan² untuk ukuran dasar pada rok, menghitung dan membuat mini karikatur pola, kami diberikan kesempatan untuk belajar menggunakan mesin jahit.

walau hanya sekedar mengikuti garis pada kertas hvs, menyenangkan dan melelahkan. Garis lurus, aman. Lengkung sedikit, mulai sulit. belok kanan kiri, waaahhhh.

Setelah tugas dikumpulkan, pak Alam mengumumkan nama-nama yang tugas jahitnya kurang maksimal.

"belajar lagi yaaa."

Alhamdulillah namaku tidak disebut. Kekhawatiran sejak awal karena tidak pernah sekalipun menyentuh mesin jahit dan terjun di dunia jahit. Karena setelah bertanya pada sesama peserta, kebanyakan sudah pernah belajar saat mereka duduk dibangku SMK/sederajat.

Takut tertinggal, tapi syukurlah pak Alam mengajarkan benar-benar dari dasarnya.

sehat selalu, pak.

"Pokonya kalau ada yang tidak faham, langsung tanyakan saja ya. Aku akan kasih semuanya." kkata beliau membuatku tak malu untuk bertanya saat ada hal yang kurang kufahami.

Wah, jangan sampai aku tertinggal sedikitpun materi yang diberikan.

"Ya allah, beri aku kesehatan agar tidak ada izin selama belajar di pelatihan."

Selain bersyukur diberikan instruktur yang sabar dan tekun, alhamdulillah teman-teman yang sudah faham lebih dulu tidak pelit untuk mengajarkan siapapun yang kurang mengerti.

"Deaaa, ini gimana..." kurang lebih ini lah kata yang paling sering terucap di kelas. Ya, Dea lebih unggul dari yang lain dalam hal ini.

Teman-teman yang lainpun, seru dabn menyenangkan. Selalu bercanda dan tak berat menyapa. Bahkan tak sungkan untuk dititipin jajan. "siapa yang mau nitip jajan..?" teriak Tessa dan Ismi setiap jam istirahat.

"Semoga kita semua menjadi penjahit hebat.

Hari kamis, kita mulai diarahkan untuk menjahit kain, tidak sesulit menjahit di kertas ternyata.

Awalnya aku berniat untuk izin setelah dzuhur untuk menghadiri acara Galuh Ratapraja, namun sampai jam selesai di sore hari ternyata tugas membuat saku sedari pagi masih belum tuntas juga. Selesai pelatihan keputusan untuk pulang dan mampir di Mesjid ampera untuk projek safari mesjid. Menyenangkan.

Jum'at, hujan sedari pagi.

Aku memaksakan diri untuk tetap berangkat dengan jas hujan double, Abi membantu menyiapkan perlengkapanku. Cukup panjang ternyata rintik hujan menemani perjalanan. Syukurlah hari senin aku sudah membeli earphone sehingga bisa sambil mendengarkan lantunan ayat Quran sembari murojaah.

sayang sekali bukan kurang lebih satu jam jika hanya diisi dengan lamunan. 

Karenamasih hujan, agenda senam jum'at ditiadakan. Kami langsung masuk kelas dan melanjutkan tugas membuat saku berikut tuturpnya.

Dua saku yang sudah tertempel di kain ku pun rupanya harus dibongkar kembali karena ada kesalahan.

"ini terlalu kecil, jahitan pinggir bagus, sudah rapih. tapi yang bawah nya sedikit beda ukuran." komentar pa alam saat aku minta kain tugasku dikoreksi.

Akupun mendeudeul lagi.

"It's Okey dah, bismillah biar lebih rapih dan bagus."

Di akhir menuju bel, seperti biasa pak Alam menyuruh kami untuk berkumpul mendengarkan penjelasannya.

Kami diajarkan untuk membuat belahan kencing ditangan kemeja.

sepertinya cukup sulit, pantas saja bapak meminta kami untuk merekam penjelasan beliau agar kami bisa melihat siaran uangnya.

Namun, baru sedikit aku mengerjakan tugas, Bu Admin klk masuk ke ruangan untuk mengingatkan kalau jam belajar telah selesai.

"Jangan lupa piket Jum'at." Reminder KM,  setelah sedari tadi meledek "Gapapa, sekarang mah kotorin aja kelasnya."

oke, mari pulang.

sore ini kita akan mampir di mesjid lissa'adah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Penghujung 25

Pembukaan