Sebuah Catatan di Penghujung Dua Puluh Lima Terkadang, menjelang hari lahir, aku suka menatap ke belakang, bukan untuk menyesali apapun, sekedar mengingat bagaimana aku sampai di titik ini. Tahun-tahun berlalu dengan begitu cepat, dan tanpa sadar, dua puluh lima pun hampir usai. Di Penghujung Dua Puluh Lima Di penghujung dua puluh lima, aku berhenti sejenak. Bukan karena lelah, tapi karena ingin benar-benar merasakan seberapa jauh perjalanan ini membawaku. Kadang aku lupa, bahwa setiap langkah kecil pun layak dirayakan. Selama setahun terakhir, banyak hal berjalan tak sesuai rencana. Ada yang hilang tiba-tiba, ada yang datang tanpa terduga. Dari semua itu, aku belajar bahwa hidup ini tidak pernah benar-benar salah arah. Ia hanya menuntun dengan cara yang tak disangka, lewat kehilangan, pertemuan, atay bahkan lewat diam yang penuh makna. Tahun ini, aku banyak sekali belajar. Belajar menjadi perempuan sungguhan. Yang dewasanya bukan hanya dari usia, tapi dari cara menerima, memaha...
Sampai jam 9 lewat, acara masih belum pula dimulai. Padahal kemarin dan hari sebelumnya belum terdeteksi apa itu ngaret. "Ditunggu yaa, kita masih menunggu bapaknya." Ya, Acara hari ini akan dibuka langsung oleh BBPVP Bandung langsung. *** *** *** Kami sebagai peserta terpilih beberapa kali diberikan tawaran untuk mundur jika memang tidak siap mengikuti semua rangkaian pelatihan sampai akhirnya mami harus mengisi dan menandatangani surat perjanjian. Agenda hari ini penuh dengan suntikan motivasi dan semangat dari orang-orang hebat yang terlibat. Dalam sambutan² sampai games sekalipun. "Selain memiliki potensi, kita juga harus sadar bahwa setiap dari kita memiliki kekurangan." Ucap pa Asep setelah menyuruh kami menulis menggunakan tangan yang bukan biasa kami pakai untuk menulis, tangan kiri. Beberapa games kami lalui, berhitung, perkenalan semua anggota pelatihan, tugas membuat kerajinan dari kertas dan mushafahah. "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap ka...
Komentar
Posting Komentar